Jumaat, Mei 18, 2007

SUMPAHAN

Akhir April lalu, apabila saya merentasi bandar Kota Tinggi, saya terbayang-bayang air bah yang menenggelamkan hampir keseluruhan bandar itu dalam banjir gelombang pertama dan kedua dulu. Betapa dalamnya air ketika itu! Alangkah sengsaranya penduduk yang menghuni Kota Tinggi!

Memang ia takdir. Itulah pukulan alam yang sudah tersurat dan terpaksa ditahan dengan dada lapang. Namun rupanya tidak kurang rakyat-jelata yang hati mereka terluka. Kala mereka berduka, yang diharapkan membantu sedang enak bergelak-ketawa. Kala mereka berlapar, yang diharapkan rupanya sedang lahap meratah nasi kandar!

0 komentar:

Catat Ulasan

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP